Sabtu, 08 Oktober 2016

LeaderShip( Tulisan1_Ekoperasi_Leadership)

ADAM NUR MAHENDRA(10214170)
3EA19

Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

 Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.

Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).

Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi "LEADER", yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah :
o Loyality, seorang pemimpin harus mampu membagnkitkan loyalitas rekan kerjanya dan
memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.
o Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan
tacit knowledge pada rekan-rekannya.
o Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada
o Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan
dalam setiap aktivitasnya.

leadership-street.com 
Bob Sadino, tokoh bisnis ini lahir di Lampung, 9 Maret 1933,  akrab dipanggil om Bob, kisah perjalanan hidup bisnis memukau ini adalah berasal dari seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Nama Lengkap Bob Sadino adalah Bambang Mustari Sadino, penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja sesuai dengan impian dan niat pencapaian. Bob Sadino memberikan inspirasi dalam usaha untuk mencapai kesejahteraan ; tidak ada kata terlambat selama masih memiliki semangat.

Bob Sadino merupakan salah satu pengusaha sukses asal Indonesia.  Dia memiliki  kebiasaan unik mengenakan celana pendek dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit dalam aktivitasnya, mungkin adalah simbol kesederhanaan.

Sejarah Bisnis
Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.


Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.

Tips sukses dari seorang Bob Sadino adalah tahu, bisa, terampil, dan ahli. "Tahu" merupakan hal yang ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal namun tidak menjamin mereka bisa. Sedangkan "bisa" ada di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika terbiasa dengan mencoba berbagai hal walaupun awalnya tidak bisa sama sekali. Sedangkan "terampil" adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini orang bisa melakukan hal dengan kesalahan yang sangat sedikit. Sementara "ahli" menurut Bob tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat "ahli" harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi.

Inilah kebiasaan-kebiasaan yang tidak boleh anda hilangkan ketika ingin menjadi pemimpin yang baik;
ü  Jujur dan mengakui kesalahan. Hal paling buruk ketika mengelola sebuah organisasi/ tim ialah adanya pelanggaran dan kesalahan. Membiasakan diri menimbun kesalahan bukanlah langkah bijak untuk sebuah tim. Jadi untuk menjadi pemimpin yang baik senantiasa membudayakan sikap terbuka agar saling mempercayai dan tidak saling curiga.           
ü  Menjadikan rekan kerja adalah saudara. Membangun atmosphere kerja yang positif, diperlukan leadership yang baik. Menjadi pemimpin yang baik senantiasa memberikan evaluasi dan feedback yang mampu memberikan nilai positif. Mengungkapkan poin negatif bukan berarti mengurangi ketidak nyamanan sesama anggota tim, melainkan sikap persuasif yang senantiasa menjaga persaudaraan antar sesama rekan kerja.
ü  Mudah memberi maaf. Memberi pelajaran pada seseorang bukan berarti anda harus memelihara sikap keras kepala. Kesalahan bisa datang kapanpun bahkan terhadap siapapun, jadi keseriusan merubah perilaku bisa anda lakukan dengan memberi maaf dan peka dalam segala kondisi. Hal ini bisa dimaksudkan tidak sekedar memaafkan namun memiliki motif dalam segala keputusan maupun kebijakannya. Menjadi pemimpin yang baik, pada prinsipnya menjadikan kesalahan sebagai pengalaman sekaligus guru yang nyata.

Daftar Pustaka

leadership-street.com 
http://referensi-kepemimpinan.blogspot.co.id/2009/03/pengertian-pemimpin.html

LeaderShip( Tulisan1_Ekoperasi_Leadership)

ADAM NUR MAHENDRA(10214170)
3EA19

Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

 Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.

Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).

Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi "LEADER", yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah :
o Loyality, seorang pemimpin harus mampu membagnkitkan loyalitas rekan kerjanya dan
memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.
o Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan
tacit knowledge pada rekan-rekannya.
o Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada
o Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan
dalam setiap aktivitasnya.

leadership-street.com 
Bob Sadino, tokoh bisnis ini lahir di Lampung, 9 Maret 1933,  akrab dipanggil om Bob, kisah perjalanan hidup bisnis memukau ini adalah berasal dari seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Nama Lengkap Bob Sadino adalah Bambang Mustari Sadino, penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja sesuai dengan impian dan niat pencapaian. Bob Sadino memberikan inspirasi dalam usaha untuk mencapai kesejahteraan ; tidak ada kata terlambat selama masih memiliki semangat.

Bob Sadino merupakan salah satu pengusaha sukses asal Indonesia.  Dia memiliki  kebiasaan unik mengenakan celana pendek dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit dalam aktivitasnya, mungkin adalah simbol kesederhanaan.

Sejarah Bisnis
Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.


Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.

Tips sukses dari seorang Bob Sadino adalah tahu, bisa, terampil, dan ahli. "Tahu" merupakan hal yang ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal namun tidak menjamin mereka bisa. Sedangkan "bisa" ada di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika terbiasa dengan mencoba berbagai hal walaupun awalnya tidak bisa sama sekali. Sedangkan "terampil" adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini orang bisa melakukan hal dengan kesalahan yang sangat sedikit. Sementara "ahli" menurut Bob tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat "ahli" harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi.

Inilah kebiasaan-kebiasaan yang tidak boleh anda hilangkan ketika ingin menjadi pemimpin yang baik;
ü  Jujur dan mengakui kesalahan. Hal paling buruk ketika mengelola sebuah organisasi/ tim ialah adanya pelanggaran dan kesalahan. Membiasakan diri menimbun kesalahan bukanlah langkah bijak untuk sebuah tim. Jadi untuk menjadi pemimpin yang baik senantiasa membudayakan sikap terbuka agar saling mempercayai dan tidak saling curiga.           
ü  Menjadikan rekan kerja adalah saudara. Membangun atmosphere kerja yang positif, diperlukan leadership yang baik. Menjadi pemimpin yang baik senantiasa memberikan evaluasi dan feedback yang mampu memberikan nilai positif. Mengungkapkan poin negatif bukan berarti mengurangi ketidak nyamanan sesama anggota tim, melainkan sikap persuasif yang senantiasa menjaga persaudaraan antar sesama rekan kerja.
ü  Mudah memberi maaf. Memberi pelajaran pada seseorang bukan berarti anda harus memelihara sikap keras kepala. Kesalahan bisa datang kapanpun bahkan terhadap siapapun, jadi keseriusan merubah perilaku bisa anda lakukan dengan memberi maaf dan peka dalam segala kondisi. Hal ini bisa dimaksudkan tidak sekedar memaafkan namun memiliki motif dalam segala keputusan maupun kebijakannya. Menjadi pemimpin yang baik, pada prinsipnya menjadikan kesalahan sebagai pengalaman sekaligus guru yang nyata.

Daftar Pustaka

leadership-street.com 
http://referensi-kepemimpinan.blogspot.co.id/2009/03/pengertian-pemimpin.html

FUNGSI DAN TUJUAN KOPERASI ( Tugas1_Ekoperasi_Fungsi dan Tujuan Koperasi)

Adam Nur Mahendra(10214170)
       3EA19

Pengertian Koperasi

Koperasi merupakan sebuah badan usaha yang memiliki anggota dan setiap orangnya memliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang memiliki prinsip koperasi dan berdasar pada ekonomi rakyat sesuai dengan asas kekeluargaan yang tercantum pada Undang Undang Nomor 25 tahun 1992. Selain pengertian, dibawah ini ada banyak penjelasan mengenai fungsi, jenis dan tujuan koperasi.

Macam-Macam koperasi

Koperasi dibedakan atas dasar tujuan dan bentuknya, ada 3 jenis koperasi yang ada di Indonesia, berikut adalah ulasannya:

1. Koperasi konsumsi
Koperasi ini memiliki tujuan untuk menyediakan anggotanya dari barang konsumsi dengan harga yang rendah namun dengan kualitas yang baik. Dan laba yang diperoleh atau biasa disebut dengan istilah sisa hasil usaha dibagi ke anggota menurut perbandingan jumlah pembelian di setiap anggota. Contohnya adalah KPRI

2. Koperasi produksi
Jenis yang kedua adalah koperasi produksi yaitu koperasi yang bertujuan untuk menghasilkan barang yang akan diolah dan akan diurus bersama. Koperasi jenis produksi misalnya koperasi tahu tempe.

3. Koperasi simpan pinjam
Dan yang terakhir adalah koperasi simpan pinjam atau sering disebut dengan koperasi kredit yang bertujuan menyediakan uang untuk beberapa keperluan. Banyak koperasi kredit yang berkembang di Indonesia karena memang sistem seperti ini cocok digunakan di Indonesia dan sesuai dengan karakter orang Indonesia.

Tujuan Koperasi tercantum dalam UU No.25 Tahun 1992 mengenai Perkoperasian, Tujuan Koperasi yaitu untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pada Pacasila dan UUD 1945.

 Fungsi Koperasi dan Peran Koperasi tercantum dalam UU No.25 Tahun 1992, sebagai berikut:

(1) Fungsi koperasi dan peran koperasi untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

(2) Fungsi koperasi dan peran koperasi untuk mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

(3) Fungsi koperasi dan peran koperasi untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.

(4) Fungsi koperasi dan peran koperasi untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama yang didasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.


Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi Indonesia ini dapat diuraikan sebagai berikut :

(1) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang pertama yaitu koperasi Indonesia berusaha untuk ikut membatu para anggotanya untuk dapat meningkatkan penghasilannya. Contohnya dalam Koperasi Unit Desa membeli beras atau gabah dari para petani, terutama petani anggota Koperasi Unit Desa. Kemudian koperasi unit desa menyetorkan atau menjualnya ke Depot Logistik dengan harga yang lebih tinggi dibadingkan dengan beras atau gabah tersebut dibeli oleh para tengkulak. Dengan demikian sehingga koperasi akan dapat membantu meningkatkan penghasilan para anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.

(2) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang kedua yaitu Koperasi Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran. Dengan semakin meningkatnya pertambahan penduduk, membawa dampak miningkatnya pula pengangguran, hal ini disebabkan karena berkurangnya atau semakin sulitnya lapangan pekerjaan. Hal ini merupakan problem nasional yang tidak mudah untuk mengatasinya. Dalam menghadapi persoalan seperti ini, kehadiran koperasi seperti contohnya koperasi unit desa, diharapkan dapat menolong nasib mereka yang membutuhkan lapangan pekerjaan yang layak. Jika hal tersebut dapat dilakukan koperasi, maka koperasi akan dapat meningkatkan taraf hidup anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta membuka atau memberikan kesempatan kerja bagi para pencari lapangan pekerjaan.

(3) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang ketiga yaitu koperasi Indonesia dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat. Sebagai badan usaha yang mengutamakan usaha bersama dalam meningkatkan kesejahteraan hidup para anggotanya, maka dalam kegiatan usahanya koperasi berusaha mempersatukan usaha bersama tersebut dengan baik. Contoh dalam Koperasi unit desa yang bergerak di bidang pertanian, koperasi unit desa tersebut dapat mempersatukan daya upaya pertaniannya dengan jalan memenuhi kebutuhan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh masyarakat petani, seperti cangkul, sabit, alat pembajak, alat penyemprotan hama dan sebagainya. Jika kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dicukupi oleh koperasi unit desa dengan harga yang relatif lebih murah, maka diharapkan para petani tersebut dapat meningkatkan kegiatan usahanya. Dengan demikian nampak bahwa koperasi mampu mengembangkan volume usaha masyarakat petani khususnya dan masyarakat pada umumnya.

(4) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang berikutnya yaitu Koperasi Indonesia berperan serta meningkatkan taraf hidup rakyat. Tujuan koperasi yang utama adalah meningkatkan taraf hidup para anggotanya, kemudian setelah kebutuhan para anggota tercukupi, koperasi berusaha untuk ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat pada umumnya. Karena para anggota koperasi pada dasarnya juga anggota masyarakat, maka secara bertahap dengan jalan ini koperasi ikut berperan meningkatkan taraf hidup masyarakat atau rakyat.

(5) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang selanjutnya yaitu Koperasi Indonesia ikut meningkatkan pendidikan rakyat. Koperasi dapat memberikan pendidikan kepada rakyat dengan jalan mendidik para anggota koperasi terlebih dahulu dan kemudian secara berantai para anggota koperasi dapat mengamalkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat sekitarnya. Contohnya dalam hal pengetahuan dan keterampilan seperti cara bercocok tanam yang baik, kepemimpinan dalam suatu organisasi dan sebagainya. Dengan cara seperti ini, koperasi dapat ikut berperan meningkatkan pendidikan rakyat.

(6) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang berikutnya yaitu Koperasi Indonesia berperan sebagai alat perjuangan ekonomi. Koperasi dapat memberikan kemampuan yang besar untuk dapat mempertinggi kesejahteraan rakyat banyak. Terlihat dalam kenyataan sekarang ini, sebagian besar rakyat kita merupakan golongan ekonomi lemah. Untuk itu koperasi harus mampu mandiri, mampu meningkatkan potensi usahanya, agar sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat dapat berperan serta mempertinggi kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu sikap ketergantungan koperasi kepada bantuan dan fasilitas pemerintah tidak boleh berjalan terus, agar koperasi mampu mandiri, mampu bersaing dengan badan-badan usaha lainnya. Majunya koperasi akan memberikan dorongan untuk meningkatkan taraf hidup para anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.

(7) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang selanjutnya yaitu Koperasi Indonesia dapat berperan menciptakan demokrasi ekonomi. Dalam perannya sebagai alat pendemokrasian ekonomi nasional, koperasi dituntut berperan menyeluruh di semua lapangan usaha dan mampu menjangkau sektor-sektor ekonomi fital yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Untuk itu koperasi harus mampu bersaing secara positif dan obyektif dengan badan-badan usaha lainnya yang ada. Demokrasi ekonomi Indonesia adalah demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila, seperti telah ditetapkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Di dalam demokrasi ekonomi memegang peran aktif dalam pembangunan, sedangkan pemerintah wajib memberikan pengarahan dan bimbingan. Untuk itu, di dalam demokrasi ekonomi berdasarkan pancasila harus dihindarkan timbulnya ciri-ciri negatif. Adapun gambaran dari peran koperasi dalam menciptakan demokrasi ekonomi, yaitu dapat kta lihat dalam liku-liku yang ada pada segala kegiatan usahanya, menciptakan kebijaksanaan-kebijaksanaan tertentu bukan atas kehendak atau kemauan pengurus belaka, tetapi berdasar atas kehendak serta keinginan para anggota koperasi ini diputus dalam suatu rapat anggota, yang menetapkan tujuan koperasi melalui pengurusnya. Kegiatan seperti ini yang mencerminkan ciri demokrasi ekonomi dalam koperasi.

(8) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang berikutnya yaitu Koperasi Indonesia berperan dalam membangun tatanan perekonomian nasional. Koperasi sebagai salah satu bangunan usaha ekonomi memegang peranan yang sangat penting dan merupakan alat ekonomi bangsa yang sangat vital, karena dapat menjangkau kehidupan seluruh masyarakat terutama masyarakat kecil di pedesaan. Oleh karena itu, koperasi dapat dapat diibaratkan pula sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa. Sehingga sehubungan dengan itu, koperasi perlu sekali dikembangkan bersama dengan kegiatan usaha ekonomi lainnya, dalam keikutsertaannya mengisi dan mesukseskan pembangunan bangsa menuju pada bangsa yang modern, bangsa yang berkualitas, bangsa yang maju, dengan hidup yang penuh kemakmuran dan sejahtera lahir batin, serta ikut menciptakan kehidupan bangsa yang berkeadilan, dengan berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

(9) Gambaran dari tujuan koperasi, fungsi koperasi dan peran koperasi yang terakhir yaitu Koperasi Indonesia berperan sebagai alat pembina insan masyarakat, untuk memperkuat kedudukan ekonomi bangsa Indonesia serta bersatu dalam mengatur tata laksana perekonomian rakyat. Fungsi dan peran pembinaan koperasi ini ditujukan untuk mempertinggi dan mempertebal semangat dan kesadaran berkoperasi. Oleh karena itu, agar pertumbuhan koperasi mampu memperkokoh kedudukan ekonomi bangsa, harus diawali dengan adanya semangat dan kesadaran dalam berkoperasi ini. Sedangkan pengarahan dan bimbingan dalam mengatur ketatalaksanaan perekonomian rakyat, diarahkan agar koperasi mampu berdiri sendiri (mandiri) dengan sistem ketatalaksanaan yang baik.

 Daftar Pustaka(Referensi)
Buku dalam Penulisan Tujuan Koperasi, Fungsi Koperasi dan Peran Koperasi :
– R.T.S. Rahadja Hadhikusuma, 2001. Hukum Koperasi Indonesia. Penerbit PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.


Sabtu, 11 April 2015

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Nama : Adam Nur Mahendra
Kelas  : 1EA13

Npm   : 10214170

ATA 2013/2014
UNIVERSITAS GUNADARMA
DIRECT AND INDIRECT SPEECH
(Kalimat Langsung dan Kalimat Tak Langsung)
                     
Indirect Speech is a phrase that comes from direct sentences that told back in another form.

Direct and Indirect Speech, who is also familiar with another term, namely Report Speech.
Direct Speech sentence is spoken directly by the speaker and
that the sentence would be written quotes.
Conditional be Conditional
Consider the following examples of sentences:
Ø   “I never eat durian.” She explained.
Ø  She explained (that) she never eat durian
Ø  “I am waiting for him now,” she said.
Ø  She said (that) she was waiting for him then.

Contoh :
-Erfin said that he was so happy
-They said that they had watched football game.

If Verbs in the main clause and the shape is PRESENT PERFECT PRESENT or the existence of a common statement in the main clause, then no time changes in indirect sentence.
Example:
-She asks me, “Are you sleepy?” She asks me wether I am sleepy
-He has told us, “I am hungry.” He told us that he is hungry
-She told me,“the sun rises in the east”.
  She told me that the sun rises in the east
But if Verbs in sentence form apart from the PRESENT PERFECT PRESENT and then change the time on indirect sentence.
example:
-Simple Present menjadi Simple Past
a. He told me, “I go to work everyday.”
b. He told me that he went to work everyday.

-Present Continuous menjadi Past Continuous
a. She told me, “I am playing music now”.
b. She told me that she was playing music then.

-Present Perfect menjadi Past Perfect
a. They told me. “We have bought a car”.
b. They told me that they had bought a car.

-Simple Past menjadi Past Perfect
a. He told me, “I went to Bandung yesterday”.
b. He told me that he had gone to Bandung yesterday.

-Simple Future menjadi Future Past
a. He told me, “I will go to university next year”.
b. He told me that he would go to university the following year.

-Future Past menjadi Future Past Perfect
a. She told me, “I should go there if I were you.”
b. She told me that she would have gone there if she had been me.

Perubahan-perubahan MODAL, PREPOSITION dan Keterangan waktu dari kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung. :
Shall – Should See – saw Will – would
Is – was May – might Has/have – had
Can –could are – were Here – there
This – that Now – then Ago – before, Dsb

Perhatikan tabel berikut :
Direct Speech
Indirect Speech
Simple Present
He said, “I go to Jakarta every month.”
Simple Past
He said (that) he went to Jakarta every month.
Simple Past
He said,”I went to Jakarta every month.”
Past Perfect
He said (that) he had gone to Jakarta every month.
Present Perfect
He said, “I have gone to Jakarta every month.”
Past Perfect
He said (that) he had gone to Jakarta every month.
Present Continuous
He said,”I am going to Jakarta every month.”
Past Continuous
He said (that) he was going to Jakarta every month.
Past Continuous
He said, “I was going to Jakarta every month.”
Perfect Continuous
He said (that) he had been going to Jakarta every month.
Future (will)
He said,”I will go to Jakarta every month.”
Would + verb
He said (that) he would go to Jakarta every month.
Furure (going to)
He said, “I am going to Jakarta every month.”
Past Continuous
He said (that) he was going to Jakarta every month.

B. Indirect Speech Dengan Perintah
Bentuk indirect atau reported speech perubahan dari kalimat perintah biasanya menggunakan kata said, told, dan ordered dan kemudian diikuti bentuk to infinitive.
Direct Speech
Indirect Speech
He said,”Go to school every day.”
 He said,”Wash your face!”
The police ordered,”Walk on!”
The teacher said,”Don’t be lazy!”
He told me to go to school every day.
He told me to wash my face.
The police ordered me to walk on.
The teacher told me not to be lazy.

C. Indirect Speech Dengan Larangan
Bentuk indirect speech perubahan dari kalimat larangan biasanya membuat mustn't tetap mustn't tetapi didahului that + Subject dan diikuti dengan auxiliary dan verb tanpa mengubah tenses (bentuk waktunya).
Direct Speech
Indirect Speech
He told me,”You mustn’t drive a car without a driving licence.”
He told me that I musn’t drive a car without a driving licence.

D. Indirect Speech Dengan Tanya
Bentuk Indirect Speech yang merupakan perubahan dari kalimat tanya dapat dikelompokan menjadi dua:
a. Indirect Speech dengan Yes-No Question : biasanya menggunakan kata "whether".
b. Indirect Speech dengan W-H Question : Biasanya menggunakan kata tanya yang ada dalam kalimat langsungnya.

Direct Speech
Indirect Speech
He said, “Do you go to school every day?”
He asked me whether I went to school every day.
He said, “Where do you go to school?”
He asked me where I went to school.
She asked, “When will they come?”
She asked me when they would come.

E. Perubahan Pada Adverbs, Articles, dan Modals
Perubahan dari bentuk langsung menjadi tidak langsung juga mengakibatkan adanya perubahan pada adverbs, articles, dan modals tertentu, sebagai berikut :

can ---> could
will ---> would
here ---> there
now ---> then
next week ---> the following week
shall ---> should
may ---> might
this ---> that
yesterday ---> the day before

Direct Speech
Indirect Speech
can
He said,”I can go to school every day.”
could
He said (that) he could go to school every day.
may
He said,”I may go to school every day.”
might
He said (that) he might go to school every day.









Mixed type (Jenis Gabungan)
Example :
Anton asked me, “What’s happening to you? You looks pale.”
Anton asked me what was hsppening to me as I looked so pale.
Changes Adverb of Time (Time Specification) that need to be considered:
Direct                                    Indirect
Now                                      Then
Today                                    That day
Tonight                                  That night
This week                              That week
Yesterday                              The day before
The day before yesterday      Two day before
Last night                               The night before
Last week                              The Previous week
Last year                                The Previous year
A year ago                             A year before/the previous year
Three year ago                      Three years before
Tomorrow                             The next day/the following day
The day after tomorrow         In two days’s time
Next week                             The following week
Next year                               The following year
On Sunday                             On Sunday
On the sixth                           On the sixth
Here                                      There (sebagai Adverb of Place/
                                              ket.tempat)
This Restaurant                     The restaurant (sebagai Adjective/
                                              kata sifat)
These books                          The books (sebagai Adjective/
                                              kata sifat)
This                                       It (sebagai Pronoun/kata ganti)
These                                    They/them (sebagai Pronoun/
                                              kata ganti)

Example:
The man said, “I eat in this restaurant last night.”
The man said that he had eaten in the restaurant the night before.
Reference: